Blog-nya Si Ajay

Mengautis

yap sepekan ini gw merasa bad mood melulu. Kesel, bingung, kecewa, aneh, dan perasaan lain yang bercampur aduk. Senyum dan ketawa yang muncul dari gw selama sepekan ini mungkin terasa hambar. Tapi ga semuanya hambar, banyak juga senyum dan tawa gw yang muncul dari perasaan sebenarnya. Entah mengapa kalau udah kayak gini gw lebih memilih mengautis. Haha. Iya mengautis. Entah itu dengan jalan-jalan sendiri pake motor, diem nonton dari laptop, atau sekedar jogging di sabuga. Di kegiatan itu pun gw lebih milih pasif dan cuek dengan keadaan sekitar. Haha. it hurt and It’s killing me!!

superpiii:

Let’s love the earth! :)

superpiii:

Let’s love the earth! :)

setelah si mio tiduran di aspal, sekarang gantian hp saya yang pengen meluk aspal. Alhasil dia sukses terjun bebas, terhempas berhamburan, dan terlindas kendaraan di aspal berbatu jl. sumur bandung. 

Ada SMS (ringtone mp3)

free ringtone (mp3 format)
free download

[Flash 9 is required to listen to audio.]

Ini dia photoclip dari single Azhar’s Sideproject yang judulnya Maaf. Tunggu  Album kompilasinya “Track Heboh vol 1- Show Up Your Music” dari MCBU Record Label

(Source: youtube.com)

Kursi Goyang (part 12/12)

bagian 12 dari 12

Ditulis Oleh: Mumutroza

“Kau tahu tidak bu, anak yang tinggal di gang kemiri no 15 itu ? “ ibu-ibu gendut berbaju daster yang tercatat sebagai tetangga Yaz  membuka percakapan saat membeli sayur. Si tukang sayur cuma geleng-geleng kepala sambil sibuk melayani pembeli yang lain.

“Oh, iya iya namanya Yaz itu kan, kenapa dia bu ?“  ibu-ibu kurus berambut pendek menimpali.

“Kabarnya dia jadi gila bu !” Ujar ibu-ibu berbaju daster sang tetangga Yaz . Ibu-ibu yang lain melongo tak percaya. Menunggu kelanjutan cerita dari tetangga Yaz yang bernama asli Sumi.

“Memang sih, saya juga sering mendengar dia ngobrol sendiri, kadang-kadang dia berteriak-teriak histeris memanggil neneknya yang sudah meninggal itu.Pernah dia berteriak-teriak seperti orang kesurupan!! “

“hiiyyy..!! “ spontan semua ibu-ibu merasa ngeri.

“Karena keadaan yang janggal itu saya lapor sama suami saya, meminta dia melihat keadaan si Yaz itu “ Ujar ibu Sumi dengan mulut monyong beberapa senti.

“Lalu bu ? “ sekarang giliran ibu-ibu paruh baya dengan kacamata kotak ikut nimbrung.

“ Parahnya, kemarin malam dia ditemukan suami saya sedang mengurung diri di ruang tengah sambil duduk di kursi goyang. Tatapan matanya kosong sekali bu.Wajahnya pucat sekali seperti orang mati. Dia segera dilarikan ke rumah sakit karena keadaannya tragis ! “ ibu Sumi bergidik merasa ngeri.

“Tragis apanya bu ? “ kini ibu-ibu berkucir yang menimpali

“ Kalian jangan kaget ya , anak itu ditemukan dengan mulut terjahit benang jahitan. Jarum jahit dan benang jahitannya berada pada genggaman tangan kanannya !! “ ujar si ibu-ibu gendut berbaju daster dengan suara yang pelan.

T A M A T

(Source: mumutroza.wordpress.com)

Kursi Goyang (part 11/12)

bagian 11 dari 12

Ditulis Oleh: Mumutroza

Tubuh Yaz menggigil. Badannya gemetaran.matanya melotot tak berkedip.bibirnya pucat. Sudah seharian ia duduk di lantai sambil menatap kursi goyang milik neneknya itu. Sesekali ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“Kenapa semua orang mati nek ? “ Suara Yaz bergetar.

“Termasuk Cindy ,kenapa dia juga akhirnya mati nek ? “

“KENAPAA??”

Kraaaaetttt..kraaarrrrettt.

Kursi goyang bergoyang maju mundur dengan suara reot.

“AKU BUKAN PEMBUNUH ! KENAPA AKU JADI TERTUDUH !! “

“JAWAABBB„…!! “

Kraaaaetttt..kraaarrrrettt.

Kursi goyang bergoyang maju mundur dengan suara reot.

“YA..YA ..AKU TAHU,AKU MENJADI TERTUDUH GARA-GARA ADA BARANG-BARANG ITU DI TASKU “

“SIAPA PELAKUNYA NEK?”

“ BUKAN..BUKAN AKU..! AKU TIDAK PERNAH MELAKUKANNYA NEK ! “

“KALAU BUKAN AKU, BERARTI NENEK PELAKUNYA.!!”

“TIDAK-TIDAK..TIDAK MUNGKIN NENEK PELAKUNYA . NENEK SUDAH MATI ! “

“Apa karena ucapanku nek ? semua ucapanku menjadi sebuah kutukan ?? “ Suara Yaz mulai melunak, tidak histeris.

“ketika aku kesal, aku bicara disini ingin Radit mati, kemudian Radit mati “

Kraaaaetttt..kraaarrrrettt.

Suara reot kursi goyang lebih nyaring.

“Lalu saat aku menginginkan si Rizal itu mampus, Rizal terpeleset di lapangan basket dan ia gegar otak ! dia koma ! “

“Tapi siapa yang menempelkan plastic itu di sepatu Rizal nek ? “

“bukan aku yang melakukannya ! “

Kraaaaetttt..kraaarrrrettt.

“Ketika aku kesal dan aku mengucapkan bahwa mereka harus celaka kemudian esok pagi sekolah itu kebakaran dan menghanguskan semuanya kecuali Cindy..Cindy tidak mati karena aku menyukai Cindy..”

Kraaaaetttt..kraaarrrrettt.

Suara reot kursi goyang seperti membenarkan ucapan Yaz.

“Ketika aku marah pada tuduhan Cindy dan membolehkannya mati, kemudian Cindy juga mati. Padahal aku tak sengaja mendorongnya.”

“JADI AKU PEMBUNUH? “

“UCAPANKU BERARTI  KUTUKAN ? “

Kraaaaetttt..kraaarrrrettt.

Kursi goyang bergoyang maju mundur dengan cepat. Suaranya lebih nyaring dan  keras

“TIDAAKK ! HENTIKAN SUARA ITU NEK ! AKU BUKAN PEMBUNUH. AKU BUKAN PELAKUNYA ! UCAPANKU BUKAN KUTUKAN !!! “

Kursi goyang diam .Kursi goyang itu tidak bergerak. Sunyi. Tak ada suara.

“Nek, kau kemana nek ? mengapa kau jadi diam. ? “ Yaz menghampiri kursi goyang dengan kaki gemetaran.Kemudian tangannya memegang pegangan kursi goyang.

“JAWABLAH NEK! NANTI AKU BISA GILA…”

Kursi goyang itu diam. Tidak bergerak. Tetap diam.

“Tunggu nek, jangan pergi, tunggu …aku tahu apa yang harus aku lakukan. ..ya..aku tahu nek aku tahu..”  ceracau Yaz tak karuan sembari berdiri kemudian ia duduk di kursi goyang itu.

“ Nah, aku cuma perlu duduk kemudian tidur dan menunggu esok pagi. Pasti semuanya akan kembali seperti semula kan nek. Ya..ya ya aku cuma lelah perlu istirahat..yaa..yaa.yaa aku cuma lelah..”

(Source: mumutroza.wordpress.com)

Kursi Goyang (part 10/12)

bagian 10 dari 12

Ditulis Oleh: Mumutroza

“Kebakaraaan..kebakaraaan… tolong….!! ”

“Ada api besar.. ada api besar…”

“Tidak—tidak..tidak mungkin !! “

“ Mana pemadam kebakaran ?? Cepat-cepat panggil pemadam kebakaraaan.. !! “

Hiruk pikuk orang terlihat lalu lalang dengan kegusaran. Berteriak ketakutan. Histeris.menatap tak percaya. Meraung-raung tidak terima.

Yaz terpaku. Matanya kosong. Tak percaya dengan apa yang dilihatnya. SMA 35, sekolahnya sedang diliputi api merah yang menggulung. Awan hitam membumbung ke atas . menutupi langit.

Petugas pemadam kebakaran datang. Air disemprotkan. Namun gulungan api yang tengah mengamuk itu tetap tak mau terlelap. Petugas pemadam kebakaran menambahkan armadanya.Menambahkan volume air untuk melenyapkan gulungan api itu.

Yaz tetap diam. Mematung. Kaku di depan gerbang sekolahnya.

“Hei Nak, minggir jangan disitu nanti celaka ! “ ujar salah satu petugas pemadam kebakaran dari dalam gerbang sekolah sembari membawa mayat yang sudah hangus. Mata Yaz nanar memperhatikan mayat itu. Kemudian kakinya melangkah mundur.

Di sebelah kanannya banyak mayat yang ditutupi plastik berwarna kuning. Semua mayat dijejerkan rapi. Yaz merasa ngeri melihatnya.

Bunyi sirine ambulans dan mobil pemadam kebakaran begitu nyaring. Yaz menatap sekelilingnya. Tak ada teman-teman yang dikenalnnya. Tak ada satupun.

“Semua teman-teman kita  mati yaz ! Semuanya mati ! “ teriak seorang perempuan di belakang Yaz. Yaz menoleh kebelakang mencari si pemilik suara itu.

“Cindy , kamu ..” ada rasa senang menghinggapi perasaan Yaz ,Cindy selamat.

“Mana yang lain Cin ? “ Tanya Yaz datar. Matanya kembali menatap kobaran api di depannya. Cindy menjatuhkan tubuhnya ke tanah. Lututnya berbenturan dengan tanah. Seragam putihnya dipenuhi corak asap hitam yang abstrak.Wajah cantiknya terlihat kusam. Rambutnya kusut tak karuan.

“Ruang kelas kita hangus terbakar. Kemudian api merembet ke ruangan yang lain . jelas semua teman-teman kelas kita mati terpanggang api Yaz ! “ Cindy menjelaskan datar. Matanya kosong.

“Ada beberapa guru dan murid yang selamat.Dan yang selamat dari kelas kita cuma kamu dan aku Yaz . kamu senang sekarang Yaz ? “

“Maksud kamu ? “ Yaz keheranan dengan ucapan Cindy.

“Kamu kan yang melakukannya Yaz, kemarin kamu yang bilang bahwa kamu ingin kita semua celaka kan ? kamu yang sengaja membuat api di kelas kita kan Yaz ? Jawab !! “  Cindy histeris. Ia segera berdiri dan mencengkram kerah Yaz kuat-kuat.

“TIDAK ! APA MAKSUD KAMU !! AKU GAK MELAKUKAN APA_APA ! KENAPA KAMU MENUDUHKU ?  “ teriak Yaz dengan mata merah. Yaz melepaskan cengkraman tangan Cindy dari kerahnya.Leher Yaz terasa sakit.

“Karena aku tahu kamu itu pendendam Yaz, kamu benci dengan Radit karena dia yang duluan jadian sama aku, dia yang mempermalukan kamu di depan kelas dan kamu yang membunuh Radit ! kamu yang memotong kabel rem motor Radit kan !  “ Cindy menganalisis seperti detektif.

“Kemudian kamu juga dendam pada Rizal yang mencurigai kamu atas kematian Radit sehingga kamu membuat Rizal celaka dengan menempelkan plastik di alas sepatu basketnya.kamu merusak lokernya terlebih dahulu dengan mengggunakan obeng kemudian kamu menempelkan plastik itu pada sepatu basketnya!” Ujar Cindy lagi dengan mata yang berkaca-kaca. Suaranya bergetar.

“Lalu sekarang kamu membakar sekolah kita dan semua teman-teman kita mati .Karena kamu menganggap semua teman-teman kita harus mati ? Itu mau kamu ? kenapa kamu biarkan aku selamat ? aku juga ingin mati ! Radit dan teman-temanku sudah mati . aku juga harus mati ! “ Cindy berteriak sambil menangis. Air matanya meleleh. Hidungnya merah.

“Cin, aku bukan pembunuh Radit,aku bukan penyebab Rizal celaka dan penyebab kebakaran ini , aku sama sekali tidak tahu Cin, tapi aku senang kamu selamat. Kamu jangan pernah berpikir untuk mati. Ini keberuntungan kamu, kamu selamat ! “ Ujar Yaz dengan senyuman yang hangat pada Cindy.

“Ya kamu senang aku selamat karena kamu sudah menyingkirkan Radit , Rizal dan juga teman-teman agar kamu bisa dekat denganku kan ? kamu Jahat Yaz. Kamu keterlaluan !  aku lebih baik mati !“ Cindy histeris. Ia memukul-mukul pundak Yaz sambil terus menangis hingga matanya yang indah itu terlihat seperti garis yang tipis.

“CIN ! AKU BUKAN SEPERTI YANG KAMU KIRA ! TERSERAH  KALAU KAMU GAK PERCAYA! AKU GAK PEDULI. KAMU MAU MATI ? SILAHKAN !! “ Yaz mendorong Cindy keras. Tubuh Cindy kehilangan keseimbangan. Cindy terjatuh keras  dengan kepala membentur batu . Kepalanya mengeluarkan darah yang banyak. Mata cindy terpejam.Cindy diam tak bergerak. Yaz terpana. ia segera berjongkok, menopang tubuh Cindy dengan lengan kanannya. Tangan kiri Yaz menepuk-nepuk pipi Cindy. Darah segar segera memeneuhi lengan Yaz.

“Cin, bangun Cin lo gak boleh mati Cin..bangun Cin ,aku gak sengaja Cin dorong kamu!!! “ Yaz panik.

“Hei nak, kau apakan anak itu , kamu pembunuh !! pembunuh “ teriak salah seorang dari ambulans.

“Tidak, saya bukan pembunuh. Bukan !! “ Yaz segera berlari .Yaz meninggalkan Cindy tergeletak di tanah.

“AKU BUKAN PEMBUNUH !! “

(Source: mumutroza.wordpress.com)

Kursi Goyang (part 9/12)

bagian 9 dari 12

Ditulis Oleh: Mumutroza

Yaz menghampiri kursi goyang nenek dengan terengah-engah. Lalu ia baringkan tubuhnya di samping kursi goyang. Nafasnya naik turun tak beraturan. Baju seragamnya basah oleh keringat. Kedua telapak tangannya menutupi wajahnya.

“Nek…”  suara Yaz pelan tercekat di tenggorokan. Ada rasa sesak di dadanya

Seperti biasanya, kursi goyang bergerak pelan seolah menyambut Yaz.

“Mengapa aku menjadi tertuduh ?”

Kraaattt…kreeeett

Kursi goyang berderit.

“Teman-Teman dan Bu Yuli pun menganggap aku seorang pembunuh ! seorang penjahat, gara-gara ada gunting,potongan kabel rem Radit,plastik dan solasi! “  Tatapan mata Yaz kosong. Kedua telapak tangan Yaz mengusap kepalanya

“Aneh nek, mengapa ada barang-barang itu di tasku Nek ? “ Yaz mengigit ujung kuku telunjuknya.

“ Apa benar aku yang melakukannya Nek ? “ Kini ia arahkan telunjuknya tepat di depan hidungnya.

“Tidak..tidak mungkin…itu tidak mungkin …! “ Yaz menepuk dahinya sendiri.

“ Aku bukan Pembunuh Nek, aku bukan pelakunya ! Bukan ! “ Mata Yaz memerah.

“SEKOLAH BANGSAT ! “ Teriak Yaz. Tangannya memukul lantai.

“Buat apa sekolah kalau semua orang menuduhku yang bukan-bukan nek” hidung Yaz kembang kempis mengatur nafasnya yang kacau.

“MEREKA HARUS CELAKA! BIAR MEREKA TAHU RASA TELAH MENUDUHKU MACAM-MACAM.HA HA HA !! “ teriak Yaz lagi diselingi tawa yang keras.

Kraaaattt…kreeeetttt.

Kursi goyang berderit lagi.

(Source: mumutroza.wordpress.com)